Saatnya Berlebaran Ala Desa Kreatif

Dibaca: 21 Kali, 08/06/2018 15:15
Saatnya Berlebaran Ala Desa Kreatif

Bukan rahasia lagi, setiap menjelang lebaran tiba maka semua orang tua akan belanja banyak makanan untuk disajikan bagi sanak keluarga pada Lebaran nanti. Kenapa tidak kita sekarang berganti pola dengan menyajikan makanan-makanan khas buatan kita sendiri?

Soalnya, hampir semua keluarga akan memborong makanan kaleng buatan pabrik. Tak cukup hanya satu kaleng, bahkan berkaleng-kaleng, meski bahkan bakal menyisakan banyak makanan stelah keramaian lebaran usai. Terbayang berapa uang yang dikeluarkan seluruh keluarga dalam satu desa untuk merayakan lebaran dalam sekali saja. Nah, bagaimana jika sekarang duit itu dihamburkan untuk membeli produk desa kita sendiri, bukankah akan ada rupiah yang besar beredar di desa kita.

Tentu saja tak mudah mengajak orang untuk merubah kebiasaan yang telah dilakukan bertahun-tahun. Karenanya butuh sebuah cara khuus untuk mengajak orang-orang ini merubah gaya. Lengkah seperti apakah yang bisa dilakukan untuk ini? Soalnya, ketika Anda mengajak warga desa untuk berbelanja produk desa untuk merayakan lebaran maka pertanyaan besarnya adalah: produk apa yang telah tersedia untuk merayakan lebaran bagi ratusan keluarga satu desa?

Maka, pertama-tama adalah menginventarisir produk makanan yang bisa dihasilkan desa. Adakah jenis makanan yang cukup menarik warga untuk menjadi sajian lebaran nanti? Soalnya, lebaran sangat identik dengan roti kering, kue dan sirup. Adakah warga desa yang memiliki keahlian meracik menu menghasilkan roti atau kue bercita-rasa tinggi? Bagaimana pula dengan bahan bakunya, apakah cukup tersedia.

Sebenarnya ada banyak inovasi yang bisa dilakukan pada program unik ini. Misalnya, warga menciptakan roti dari berbagai jenis bahan baku yang dimiliki desanya seperti roti dari tepung pisang, tepung jagung bahkan tepung sukun sekalipun. Jangan salah, tepung-tepung yang diolah dari bahan asli tanpa campuran bakal memberikan suguhan rasa yang jauh lebih ‘nyam-nyam’ ketimbang beragam biscuit yang dibuat pabrikan.

Dengan teknik pengolahan yang baik, bahan-bahan itu bisa disulap menjadi aneka jenis roti, kue atau biscuit dengan cita-rasa berkualitas. Lagipula, bahan yang alami tanpa campuran ini jauh lebih sehat bagi tubuh kita ketika mengkonsumsinya dibanding buatan pabrik yang sudah dicampuri banyak bahan termasuk perasa buatan itu. Jadi, apa yang diragukan?

Sirup? Di Yogyakarta ada sekelompok ibu-ibu kampung yang memprodusi Sirup dari berbagai bahan baku yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Rumah Produksi minuman rempah bernama Progress di Desa Srimartani Piyungan, Bantul ini memproduksi lebih dari 20 jenis minuman rempah tradisional, lebih dari 20 jenis tepung yang semuanya berbahan baku dari lingkungan warga desa.

Dengan cara seperti itu, maka akan banyak rupiah yang tida perlu terhambur keluar dari desa. Lagipula, lebaran dengan kue buatan pabrik sudah terlalu umum dan dilakukan semua orang. Apa hebatnya/ Jadi, kenapa tidak kita jadikan lebaran sebagai hari yang istimewa termasuk sajian makanan dan minumannya dengan produk buatan warga desa kita sendiri. Yuk!

Berita Populer


Artikel


AGENDA