Program Dana Desa Entaskan 5.000 Desa Tertinggal

Dibaca: 26 Kali, 08/06/2018 15:19
Program Dana Desa Entaskan 5.000 Desa Tertinggal
Hingga saat ini Program Dana Desa diperkirakan telah mengentaskan lebih dari 5000 desa tertinggal. Kementerian Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi sendiri menargetkan hingga 2019 harus lebih dari 5000 desa tertinggal yang terentaskan. Hasil survey BPS tahun 2015 lalu, jumlah Desa Tertinggal secara nasional sebanyak 20.167 desa dari 74 ribu desa lebih di seluruh Indonesia.

Menteri Desa Eko Putro  Sandjojo mengatakan, dirinya yakin saat ini saja sudah lebih dari 5000 desa terentas dari status tertinggal. “ Saya yakin kita telah berhasil mengentaskan lebih dari itu,” kata Eko Putro pada sejumlah wartawan beberapa hari lalu. Namun keyakinannya itu baru bakal terjawab secara pasti setelah BPS selesai melakukan sesus sepanjang Mei 2018 ini. Sensus yang digelar tiga tahun sekali ini bakal segera menunjukkan seberapa banyak desa yang meninggalkan status tertinggal dalam jumlah yang labih akurat.

Menteri Desa menjelaskan, pemberantasan kemiskinan adalah salahsatu prioritas yang sedang dijalankan Pemerintah Republik Indonesia saat ini. Ini adalah bagian dari Nawacita yang menjadi visi kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menegaskan prioritas untuk membangun Indonesia dari pinggiran yakni pada wilayah-wilayah pedesaan.

Untuk menjalankan visi itu maka lahirlah Program Dana Desa sejak 2015 lalu. Ini adalah program yang boleh dikatakan sebuah terobosan sanat penting dalam sejarah desa di Indonesia. Soalnya, selama ini posisi desa dalam skema pembangunan nasional selalu ditempatkann sebagai obyek yang hanya mendapatkan sangat sedikit porsi membangun dirinya. Selebihnya semuanya diatur oleh struktur negara di atasnya seperti kecamatan, kabupaten dan pusat.

Kekuatan Desa semakin kuat setelah disahkannya UU Desa No. 6 Tahun 2014 yang menempatkan desa sebagai subyek bagi upaya membangun kesejahteraannya melalui potensi yang dimilikinya baik potensi alam maupun sumber daya manusia. Kewenangan desa mengatur nasibnya sendiri semakin nyata karena dana desa diransfer langsung dari rekening APBN ke rekening masing-masing desa.

Tahun 2015, pemerintah menganggarkan Rp. 20,76 triliun dana digelontorkan ke desa-desa. Tahun 2016 meningkat menjadi Rp. 46,9 triliun dan meningkat Rp. 60 triliun pada 2017. Angka Rp. 60 triliun kembali dikucurkan pada 2018 ditambah skema pembangunan desa dengan program Padat Karya. Hasilnya?

Ribuan desa bergeliat dan memanfaatkan dana desa yang didapatnya untuk program-program penguatan ekonomi desanya seperti membangun jalan sepanjang 121.709 kilometer, 1.960 jembatan, 5220 pasar desa, 6116 tambatan perahu, 2.047 embung dan 97.176 unit irigasi di seluruh Indonesia. Sebagian besar capaian ini belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Tetapi Dana Desa bukan hanya digunkan untuk membangun infrastruktur, sepanjang program ini berjalan, dana Desa juga dimanfaatkan utuk membangun Pendidikan Anak Usia Dini sebanyak 21.375 unit, 13.973 unit Posyandu dan 21.811 BUMDes, sarana olahraga dan sebagainya. Kini dessa-desa terus bergerak membangun dirinya.

Berita Populer


Artikel


AGENDA